Selasa, 11 Oktober 2011

Apersepsi

Adakalanya dalam pelatihan sering terkendala dengan komunikasi yang kurang nyaman baik antar peserta terlebih dengan pemateri. Salah satunya bisa dijembatani dengan teknik penghangat suasana komunikasi
Selengkapnya silahkan dibaca...PENGHANGATAN SUASANA DAN PERKENALAN ( 1 ) Tujuan a. Menciptakan suasana yang mengurangi ketegangan siswa baru dan membantu siswa baru untuk merasa aman di lingkungan barunya. b. Memberikan siswa baru kesan yang positif terhadap Masa Orientasi Siswa Waktu : 30 – 40 menit Peralatan : tidak ada peralatan khusus yang dibutuhkan Langkah Pelaksanaan a. Para anggota gugus/kelompok sekolah berkumpul di tempat yang ditentukan untuk acara ini. b. Pemimpin acara membagi anggota warga ke dalam subgugus/ subkelompok dengan mengusahakan agar dalam tiap subgugus / kelompok ada siswa baru dan siswa senior. c. Pemimpin acara meminta setiap subgugus membentuk barisan dengan ketentuan urutan baris dari depan sampai belakang harus berdasarkan abjad nama anggota. Dengan demikian secara tidak langsung para anggota akan saling menanyakan nama. d. Setelah semua subgugus / kelompok selesai membentuk barisan, pemimpin acara meminta mereka mengingat urutan itu. Kemudian mereka diminta berbaris menurut ketentuan lain. Sekali ini berdasarkan urutan ulang tahun. Setelah selesai mereka diminta untuk mengingat susunan urutan ini. e. Setelah itu sekali lagi mereka diminta untuk membentuk barisan, misalnya berdasarkan jauh dekatnya rumah dengan sekolah. f. Pemimpin acara kemudian mengatakan bahwa kegiatan selanjutnya tidak boleh dilakukan dengan suara. Mereka diminta kembali untuk membentuk barisan urutan nama dalam abjad, ( tanpa boleh bertanya ) g. Setelah itu pemimpin acara mengajak seluruh peserta menceritakan kesannya terhadap permainan itu. Kemungkinan Variasi a. Ketentuan untuk menyusun urutan dalam barisan bisa diganti dengan hal – hal lain misalnya jumlah saudara, banyaknya provinsi yang telah dikunjungi, banyaknya huruf yang dipakai untuk menuliskan nama jalan tempat tinggal masing – masing dsb. b. Penghangat suasana dapat menggunakan kegiatan yang sama sekali berbeda asal mudah diselenggarakan dan bisa memberikan kesan yang menyenangk Lampiran 4 PENGHANGAT SUASANA DAN PERKENALAN ( 2 ) Topik Kegiatan “Memecahkan Gunung Es” Tujuan 1. Untuk menghilangkan sekat pemisah atau rasa kaku diantara peserta, sehingga tercipta suatu suasana yang dinamis, 2. Untuk memberikan kesempatan kepada peserta agar saling mengenal antara satu dengan yang lainnya. 3. Untuk mempercepat proses interaksi sehingga kegiatan selanjutnya dapat berjalan lebih lancar. Langkah Pelaksanaan a. Tahap Pembagian Kelompok Terdapat banyak cara untuk membagi kelompok peserta dalam suatu kegiatan. Cara yang paling lazim ditempuh adalah dengan langsung memasukkan nama peserta dalam kelompok. Cara tersebut sah – sah saja, tetapi tentu terasa kaku dan peserta menjadi pasif. Agar suasana MOS dinamis dan peserta menjadi aktif, pemandu dapat menempuh cara pembagian kelompok seperti pada contoh atau dengan variasi sendiri. b. Ulasan Setelah selesai tahap perkenalan, pemandu diharap dapat menyampaikan ulasan kepada para peserta program MOS tentang hikmah dari seluruh rangkaian “Memecah Gunung Es” yang telah dilaksanakan selama kurang lebih 10 menit. Pokok – pokok ulasan yang dapat disampaikan antara lain sbb: Secara alami jika sekelompok orang tidak saling mengenal berada dalam suatu lingkungan baru, hal pertama yang nampak hanyalah penampilan luar pribadi mereka, terkesan dingin dan kaku. Mereka diibaratkan puncak – puncak gunung es yang muncul di permukaan air. Hal ini dapat terjadi pula pada peserta MOS, terutama pada hari – hari pertama, karena semua peserta adalah siswa baru. Untuk mengantisipasi masalah di atas, perlu diberikan dinamika kelompok dengan topik kegiatan “Memecahkan Gunung Es”. Melalui topik kegiatan ini diharapkan para peserta MOS dapat saling mengenal lebih jauh dan dapat mencairkan kebekuan dan kekakuan antara mereka. Dengan demikian, para peserta lebih siap untuk mengikuti kegiatan selanjut Contoh : Kegiatan Pembagian Kelompok 1. Judul : Kawan Bernyanyi 2. Waktu : sekitar 15 menit 3. Jumlah Peserta : 5 – 8 orang per kalompok 4. Tempat : di dalam kelas 5. Perlengkapan : a. Kotak untuk tempat potongan kertas b. Potongan kertas ( 4 x 7 cm ) yang jumlahnya sebanyak peserta. Pada potongan kertas dicantumkan judul lagu. Jumlah judul lagu sebanyak kelompok yang akan dibentuk. 6. Prosedur a. Pemandu mengumumkan bahwa kelas akan dibagi ke dalam beberapa kelompok. b. Pemandu mencapur aduk potongan – potongan kertas yang telah diberi judul lagu dalam kotak di depan kelas. c. Pemandu meminta setiap peserta untuk mengambil selembar potongan kertas dari kotak dengan menutup mata d. Setelah tiap peserta telah mendapatkan potongan kertas, mereka diminta untuk menyanyikan lagu yang mereka peroleh, namun tidak terlalu keras. e. Pemandu menugaskan peserta untuk mencari kawan yang menyanyikan lagu yang sama. f. Selama melakukan pencarian, peserta harus dalam keadaan sedang bernyanyi, dilarang berbicara dan bertanya. g. Setelah mereka menemukan kawan kelompoknya, mereka diminta untuk duduk berkelompok berdasar kesamaan lagu yang mereka nyanyikan. Contoh : Kegiatan Perkenalan 1. Judul : “Kartu Nama Acak” 2. Waktu : sekitar 35 menit 3. Bahan : a. Kartu kosong berukuran 7 x 10 cm sejumla peserta b. Alat tulis c. Kotak untuk menempatkan kartu 4. Prosedur a. Pemandu memberikan kartu kosong pada tiap peserta b. Peserta diminta untuk menulis pada kartu tersebut yaitu nama lengkap dan asal sekolah c. Setelah ditulis lengkap, kartu dikumpulkan kembali pada kotak, lalu dicampur aduk oleh pemandu d. Peserta diminta untuk mengambil kartu dengan memejamkan mata. e. Setelah mendapatkan kartu nama, mereka harus mencari pemilik kartu nama. f. Hal pertama yang dilakukan setelah menemukan pemilik kartu nama tsb, peserta harus memperkenalkan diri lalu mewawancarai pemilik kartu tentang biodata selengkapnya. g. Setelah waktu wawancara cukup, para peserta kembali ke tempat masing – masing. h. Setiap peserta diminta memperkenalkan kepada seluruh kelas tentang pemilik kartu nama serinci mungkin sesuai dengan data yang telah berhasil dicatatnya. Contoh : Kegiatan Perkenalan 1. Judul : “Ki-Ka” 2. Waktu : sekitar 30 menit 3. Prosedur : a. Pemandu meminta kepada peserta untuk duduk melingkar dalam masing – masing kelompok, sehigga dapat saling melihat. b. Setiap peserta menghitung, lalu mereka harus mengingat nomor hitungannya c. Peserta diminta untuk memperkenalkan diri kepada seluruh peserta. d. Pemandu lalu menjelaskan aturan mainnya bahwa ia akan berkata “ ki-ka, ki-ka, ki-ka,………..” bunyi terakhir pemandu harus diperhatikan yaitu bisa “ki”, “ka”, atau “ka-ki”. Pada sat bersamaan, pemandu menyebutkan nama salah satu peserta. e. Pemandu menjelaskan kunci permainan yaitu sbb: Jika buyi terakhir jatuh pada “ki”, maka peserta yang disebut harus berdiri dan menyebukan nama kawan di sebelah kirinya. Jika jatuh pada “ka”, maka peserta yang disebut juga harus mempekanalkan kawan di sebelah kanannya. f. Begitulah seterusnya, sampai waktu memungkinkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar