Kompetensi Dasar :.
:
1.1. Mendeskripsikan keragaman bentuk
bumi, proses pembentukan dan dampaknya terhadap kehidupan
1.2. Mendeskripsikan kehidupan pada masa pra-aksara di Indonesia.
2.1. Mendeskripsikan
interaksi sebagai proses sosial
3.1. Mendeskripsikan manusia
sebagai makhluk sosial dan ekonomi yang
bermoral
dalam memenui kebutuhan
Indikator :
·
Mendeskripsikan proses pembentukan permukaan bumi sebagai
awal kehidupan
·
Membedakan bentuk-bentuk
muka bumi berdasarkan tenaga endogen dan eksogen
·
Menganalisis
perkembangan kehidupan manusia pra
aksara.
·
Menyebutkan
alat yang digunakan pada manusia pra
aksara untuk memenuhi kebutuhan hidup
·
Mengidentifikasi
jenis-jenis manusia Indonesia
dan corak kehidupan pada zaman pra aksara.
·
Menjelaskan kaitan interaksi sosial dan proses sosial.
baik pada masa praaksara sampai masa modern
·
Menjelaskan pengaruh interaksi sosial terhadap
keselarasan sosial.
·
Mengkaji hubungan antara
interaksi sosial dengan lingkungan tempat tinggal siswa dalam rangka memenuhi
kebutuhan hidup.
·
Mendefinisikan pengertian manusia sebagai makhluk sosial dan makhluk
ekonomi yang bermoral
·
Mengidentifikasi ciri-ciri makhluk sosial dan makhluk
ekonomi yang bermoral
·
Memaparkan hubungan yang harmonis antar manusia sebagai
makhluk sosial & ekonomi yang
bermoral
·
Mendeskripsikan perilaku manusia dalam memanfaatkan
sumber daya
KARTU MATERI 1
PROSES TERBENTUKNYA
BUMI DAN AWAL KEHIDUPAN
1. Proses Terbentuknya Muka
Bumi
Keberagaman bentuk muka bumi disebabkan oleh kekuatan
besar yang bekerja pada bumi. Kekuatan itu disebut tenaga geologi.
Tenaga geologi pada dasarnya dibedakan atas dua macam, yaitu tenaga endogen dan
tenaga eksogen. Tenaga endogen ialah tenaga yang berasal dari dalam
bumi. Tenaga endogen mempunyai sifat membangun. Tenaga eksogen ialah tenaga
yang berasal dari luar permukaan bumi. Tenaga ini mempunyai sifat merusak
permukaan bumi.
a.
Proses Alam Endogen
Tahukah
kamu bahwa bumi yang kita pijak ternyata berjalan-jalan dengan kecepatan
beberapa cm per tahun? Pergerakan tersebut tidak terasa oleh kita.
Namun, pergerakan tersebut menyebabkan perubahan relief muka bumi. Pernahkah
kamu melihat permukaan jalan yang amblas? Jalan amblas ialah contoh adanya
pergerakan dalam bumi. Pergerakan tersebut disebabkan oleh tenaga yang berasal
dari dalam bumi yang disebut tenaga endogen.
|

b. Proses
Alam Eksogen
Tenaga eksogen adalah
semua kekuatan dari luar bumi yang turut berpengaruh terhadap permukaan bumi.
Sumber kekuatan tersebut adalah sinar
matahari, air, angin dan gletser. Kekuatan yang ditimbulkan berupa pelapukan,
erosi, dan sedimentasi. Tenaga eksogen bersiafat merusak terhadap bentuk bentuk
muka bumi yang di bangun oleh tenaga endogen. Bentuk bentuk menonjol hasil
orogenesa akan dikikis oleh tenaga eksogen. Demikian pula
bentuk-bentuklekuk seperti palung dan basin akan ditimbun oleh sedimentasi.
Permukaan bumi tidak
rata karena adanya tenaga endogen dan tenaga eksogen. Tenaga
endogen adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi sedang tenaga eksogen berupa
tenaga yang berasal dari luar bumi.
B. Relief Muka Bumi
Apabila kita melihat lebih
dekat lagi ke muka bumi, akan tampak bahwa muka bumi itu tidak rata, tetapi ada
bagian yang menonjol ke atas, dan ada bagian yang cekung ke bawah., seperti
tampak pada Gambar 2. Kenampakan tinggi rendahnya muka bumi seperti itu
dinamakan relief muka bumi.
Menurut letaknya, relief muka bumi dapat
dibedakan menjadi dua, yaitu:
1. Relief daratan.
2. Relief dasar laut.
1.
Relief Daratan
Secara garis besar relief
daratan dapat dibedakan sebagai berikut.
a. Gunungapi, pegunungan dan bukit.
Permukaan bumi yang menonjol ke atas dapat
berujud gunung, pegunungan, dan bukit. Gunungapi merupakan tempat
keluarnya magma dari dalam bumi. Contoh gunungapi adalah: G. Kerinci (Sumatera),
G. Merapi dan G. Semeru (Jawa), G. Soputan (Sulawesi), dan G. Rinjani (Lombok).
Pegunungan merupakan deretan
atau rangkaian gunung yang menjulang tinggi dibandingkan daerah sekitarnya.
Pegunungan memiliki ketinggian lebih dari 500m di atas permukaan laut. Bukit
adalah pegunungan rendah, memiliki ketinggian kurang dari 500 m. Contoh
pegunungan: Peg. Bukitbarisan (Sumatera), Peg. Meratus (Kalimanran), Peg. Jaya
Wijaya (Irian) dan Peg. Himalaya (India ).
b. Dataran tinggi dan dataran rendah
Suatu daerah yang relatif
datar dengan ketinggian kurang dari 200 meter dinamakan dataran rendah. Apabila
daerah yang datar tersebut berada di daerah yang tinggi disebut dataran tinggi
atau plato. Contoh: dataran tinggi Gayo (Nangro Aceh Darussalam), dataran
tinggi Bandung (Jawa
Barat)
c. Pantai.
Daratan yang terletak di tepi laut disebut
pantai. Di daerah pantai dikenal berbagai bentuk muka bumi sebagai berikut.
1) Tanjung atau ujung, yaitu daratan yang menjorok ke laut. Ujung
yang sangat panjang dinamakan jasirah atau semenanjung.
2) Teluk, yaitu laut yang menjorok ke daratan.
3) Delta, tanah endapan di muara sungai.
4) Gosong, pulau yang tergenang ketika laut pasang dan muncul ke permukaan
ketika air laut surut disebut gosong (
gosong pasir).
2. Relief Dasar Laut
Relief dasar laut mirip dengan permukaan daratan,
menonjol ke atas dan ada bagian yang cekung ke bawah.
Bentuk-bentuk muka bumi
di dasar laut dibedakan sebagai berikut:
a.
Palung laut, yaitu jurang laut yang dalam dan terjal.
b.
Basin atau lubuk laut, yaitu bentuk dasar laut
yang mirip dengan palung laut, tetapi dasarnya lebih lebar dan datar.
c.
Celah memanjang (rift valley), yaitu cekungan seperti
parit yang lebar dan memanjang di dasar laut.
d.
Pegunungan bawah laut, yaitu rangkaian
pegunungan yang ada di bawah permukaan air laut.
e.
Gunungapi bawah laut, yaitu gunungapi yang
berada di dasar laut, dan di bawah permukaan air laut.
TUGAS MANDIRI SISWA
Amati gambar di bawah! Carilah informasi
dari gambar tersebut yang berhubungan dengan bentuk muka bumi yang ada di dasar
laut. Kemudian isilah kotak nomor yang tertera pada gambar dengan jawaban yang
benar.
|

Jawablah pertanyaan dibawah
ini
1.
Jelaskan tahapan perkembangan kehidupan manusia pra aksara !
2.
Jelaskan
perbedaan alat-alat yang digunakan pada
masa pra aksara pada gambar berikut!
KARTU 2
Pada masa pra aksara , kehidupan manusia masih tergantung pada
alam (food gathering).
Untuk memperoleh makanan, manusia pada
waktu itu masih berburu hewan dan mengumpulkan makanan , untuk membantu
kehidupannya pada masa itu masih menggunakan peralatan yang masih sederhana
yang terbuat dari batu dan kayu. Lama-kelamaan Cara hidup mereka semakin
berkembang maju, mereka mulai mengenal system berladang dengan berpindah pindah
tempat. Pengalaman berladang
berlanjut menjadi bercocok tanam secara menetap.
|

|
|
Alat yang
digunakan pada masa pra aksara pertama kali berupa alat-alat yang terbuat dari
batu, kayu dan tulang belulang. Misalnya kapak genggam, kapak perimbas dan alat
serpih. Perkembangannya peralatan yang digunakan manusia pra-aksara semakin
maju. Dengan digunakannya Kapak Lonjong menunjukan adanya kemajuan peralatan
pada saat itu. Seiring dengan perjalanan waktu, bersamaan dengan semakin
luasnya interaksi manusia praaksara dengan peradaban masyarakat lain, manusia
praaksara mulai mengenal bahan-bahan yang terbuat dari logam, misalnya :
nekara, candrasa, dan moko.
|

Jenis manusia
praaksara yang ditemukan pertama kali adalah Pithecanthropus Erectus (manusia
kera yang berjalan tegak), Meganthropus paleojavanicus (Manusia besar tertua
dari Jawa), Pithecanthropus Mojokertensis (manusia dari Mojokerto) dan jenis
manusia praaksara yang paling cerdas, yaitu : Homo Sapiens.
|

Kehidupan manusia
praaksara berasal dari berbagai belahan
bumi. Demikian halnya dengan keberadaan manusia yang menempati wilayah
di Indonesia .
Menurut penelitian para ahli, masyarakat Indonesia berasal dari daerah lain,
yaitu Yunan Utara. Dari tempat ini
bergerak memasuki Vietnam
dan memasuki wilayah kepulauan di Indonesia . Bangsa tersebut adakah
bangsa Melanesia (Papua Melanosoid) yang
mendiami daerah Riau, Kepulauan Indonesia Timur dan Papua. Disamping itu datang
kembali pada tahun 2000 SM menyebar dari dari daratan Asia menuju daratan
Indonesia yang disebut Proto Melayu (Melayu Tua) Bangsa ini masuk ke Indonesia
melalui dua jalur, yaitu : Jalur Barat dan Jalur Timur ambil membawa kebudayaan
neolithikum. Proto Melayu menyebar ke
pelosok nusantara, yaitu : Suku dayak di Kalimantan, Suku Toraja di Sulawesi,
Nias, Sasak di Lombok dan Suku Kubu di Sumatera. Selanjutnya gelombang kedua
tahun 500 SM datanglah bangsa yang dikenal sebagai bangsa Deutro Melayu (Melayu
Muda) Bangsa ini membawa kebudayaan logam (perunggu). Bangsa Deutro Melayu
menyebar di Sumatera, Jawa, Bali, Madura, dan Sulawesi .
TUGAS MANDIRI SISWA
Jawablah
pertanyaan dibawah ini
1. Jelaskan
tahapan perkembangan kehidupan
manusia pra aksara !
2. Jelaskan perbedaan alat-alat yang
digunakan pada masa pra aksara pada gambar berikut!


3. Tunjukan
perbedaan jenis manusia Pithecantropus
Erectus dengan homo sapiens !
4. Jelaskan alur
persebaran nenek moyang bangsa Indonesia berdasarkan peta di bawah
ini!

Gambar Peta Persebaran
Nenek Moyang Bangsa Indonesia
KARTU BELAJAR
3
Bahan Ajar
A.
Interaksi sebagai Proses Sosial

interaksi sosial adalah
hubungan-hubungan sosial yang dinamis, baik yang menyangkut hubungan antara
individu dan individu, antara individu dan kelompok, maupun antara kelompok dan
kelompok lain. Hubungan sosial itu terjadi melalui komunikasi dan kontak
sosial. Interaksi sosial merupakan kunci dari semua kehidupan sosial. Sebab,
tanpa adanya interaksi, tidak akan ada kehidupan bersama.
Proses sosial adalahhubungan timbal-balik antara bidang-bidang kehidupan dalam
masyarakat melalui interaksi antarindividu masyarakat. Proses sosial merupakan
cara-cara berhubungan dalam kehidupan masyarakat yang dapat dilihat apabila
individu atau kelompok manusia saling bertemu dan menentukan sistem serta
bentuk-bentuk hubungan tersebut.
Dengan demikian,
interaksi sosial berkaitan erat dengan terjadinya proses sosial.
Interaksi sosial
merupakan dasar dan bentuk umum dari suatu proses sosial. Tanpa adanya
interaksi sosial, tidak akan ada kehidupan bersama.
Macam-macam interaksi:
1. interaksi sosial secara langsung
2. interaksi sosial secara tidak langsung
Pola-pola interaksi:
1. interaksi individu
dan individu
2. interaksi individu
dan kelompok
3. interaksi kelompok
dan kelompok
B. Sosialisasi sebagai Proses Pembentukan Kepribadian
Sosialisasi: suatu proses belajar
seorang anggota kelompok untuk mengenal,
menghayati, dan
berpartisipasi dalam kelompok di lingkungannya sehingga
dia akan merasa menjadi
bagian dari kelompoknya tadi.
1.
Agen-Agen Sosialisasi
a.
Keluarga
Keluarga merupakan
lingkungan pertama seorang anak memulai proses pembentukan kepribadiannya.
Keluarga merupakan kelompok sosial pertama dan utama dalam mengenalkan berbagai
nilai dan norma kepada anak. Anak akan berinteraksi dengan ayah, ibu, dan saudara
kandung. Di dalam keluarga, orang tua memiliki peranan penting dalam meletakkan
dasar-dasar bersosialisasi berupa nilai dan norma. Nilai dan norma yang ditanam
di dalam keluarga akan menjadi dasar bagi anak untuk bersosialisasi di luar
lingkungan keluarga.
b.
Teman Sebaya
Agen kedua dalam proses
sosialisasi ialah teman sebaya. Teman sebaya merupakan kelompok di luar keluarga
yang memiliki peran yang cukup penting dalam membentuk kepribadian seseorang.
Di lingkungan teman sebaya, anak akan menemukan berbagai kepribadian. Dia
mungkin akan menemukan nilai-nilai yang berbeda dengan nilai-nilai yang
diterima di dalam keluarganya. Dengan demikian, anak akan berusaha menyesuaikan
diri dengan lingkungan teman sebayanya.
Dalam usaha menyesuaikan
diri tersebut, dapat terjadi proses pengaruhmemengaruhi. Jika kamu bergaul
dengan teman-teman yang suka membaca, kamu pun mungkin akan terpengaruh menjadi
seorang yang suka membaca. Jika kamu senang beribadah, sedangkan teman sebayamu
tidak, dia mungkin akan mengikuti kebiasaanmu beribadah.
c.
Sekolah
Di sekolah, anak belajar hal-hal yang
cukup berpengaruh dalam pembentukan kepribadiannya: kemandirian, prestasi,
universalisme, dan spesifitas (kekhususan).
d.
Masyarakat
Semua orang tinggal dan
hidup dalam masyarakat. Di dalam masyarakat, berlaku berbagai adat-istiadat,
nilai, dan norma. Dalam memahami adat-istiadat, nilai, dan norma yang berlaku
di masyarakat, setiap orang selalu berusaha melakukan sosialisasi agar dirinya
dapat diterima keberadaannya di masyarakat. Proses mempelajari adat-istiadat masyarakat
setempat itu sangat penting. Jika seorang gagal dalam bersosialisasi dengan lingkungan
masyarakatnya, dia akan mengalami kesulitan atau menimbulkan kesulitan bagi
lingkungannya. Maka,
kita akan mendengar orang mengatakan 'tidak tahu adat'.
e.
Media Massa
Media massa merupakan agen sosialisasi yang cukup
menarik. Perkembangan teknologi dan informasi media massa seperti koran, majalah, televisi,
radio, film, video, dan buku (komik, novel) mempunyai peran yang besar dalam
proses sosialisasi. Apa yang dibaca dan yang ditonton akan berpengaruh pada
perkembangan pengetahuan.
2.
Fungsi dan Manfaat Sosialisasi
Setiap
orang di sekitarmu memiliki peran tertentu. Fungsi sosialisasi ialah mempelajari peran.
Setiap anggota baru masyarakat harus mempelajari peran-peran yang ada dalam
masyarakat. Proses tersebut dinamakan pengambilan peran. Dalam proses ini,
seseorang belajar untuk mengetahui peran yang harus dijalankannya serta peran
yang harus dijalankan orang lain. Melalui penguasaan peran yang ada dalam masyarakat,
seseorang dapat berinteraksi dengan orang lain. Dengan demikian, proses sosialisasi
dapat berlangsung dengan baik. Dalam bersosialisasi, kamu akan belajar menjaga
sikapmu dalam menghadapi berbagai peran yang ada di sekitarmu. Sikapmu itu
tercermin dalam caramu berpikir dan berbuat ketika berinteraksi dengan orang
lain, atau menanggapi sesuatu keadaan. Keadaan tersebut lama-kelamaan akan
membentuk pribadimu. Dalam bersosialisasi pula, kamu akan berusaha mengikuti
adat-istiadat masyarakat setempat agar kamu dapat diterima di lingkunganmu. Hal
itu akan berlangsung dari generasi ke genarasi sehingga adat-istiadat tersebut
akan tetap bertahan dan melahirkan masyarakat sosial sesuai dengan budayanya,
misalnya masyarakata Jawa, Ambon, Batak.
3. Status dan Peran dalam Masyarakat
Dalam
bersosialisasi, kita harus memerhatikan status dan peran setiap individu dalam
masyarakat. Mengetahui status dan peranan seseorang akan memudahkan kita untuk
bersosialisasi. Apa
yang ada di benak kamu jika mendengar kata guru? Tentu saja kamu akan
menghubungkannya dengan salah satu hal berikut ini: mengajar di depan kelas,
menasihati siswa yang bandel, memberi PR. Guru adalah status, sedangkan
mengajar di depan kelas adalah peran. Dalam masyarakat, terdapat banyak
peran dan status. Peran dan status seseorang menentukan dalam kehidupan
bersosial. Berikut kita akan mempelajari apa itu peran dan status.
a. Status
Pak
Ardabili adalah ayah dari Maman dan Mimin. Ia adalah suami dari Ibu Mirna.
Beliau juga seorang Kepala Bagian Keuangan di kantornya. Di lingkungan RT, ia
adalah Ketua RT. Sebagai warga masyarakat, Pak Ardabili menyandang banyak
status: sebagai ayah, suami, kepala bagian keuangan, ketua RT. Lalu, apa
status itu? Status berarti tempat/posisi seseorang di dalam suatu pola
tertentu. Dalam kenyataannya, seseorang memiliki beberapa status. Hal tersebut
dapat terjadi karena ia biasanya ikut serta dalam berbagai pola kehidupan.
Walaupun memiliki banyak status, biasanya yang selalu menonjol hanya status
yang utama. Dilihat
dari cara memperolehnya, setiap individu dapat menduduki status sosial berikut.
1.
Ascribed
status:
status seseorang yang diperoleh secara otomatis berdasarkan kelahiran/turun-temurun.
Misalnya, Pangeran Charles adalah seorang putra mahkota karena terlahir sebagai
anak pertama Ratu Inggris, Diponegoro adalah seorang pangeran karena dia
terlahir sebagai putra Sultan Hamengku Buwono III.
2.
Achieved status: status yang dicapai seseorang dengan usaha-usaha
yang disengaja. Status doktor diperoleh setelah seseorang menyelesaikan
rangkaian panjang pendidikan SD, SMP, SMA, S1, S2, dan S3. Juara kelas diraih setelah seseorang belajar dengan giat.
Achieved status: status yang dicapai seseorang dengan usaha-usaha
yang disengaja. Status doktor diperoleh setelah seseorang menyelesaikan
rangkaian panjang pendidikan SD, SMP, SMA, S1, S2, dan S3. Juara kelas diraih setelah seseorang belajar dengan giat.
3.
Assigned status, status atau kedudukan yang diberikan kepada seseorang
yangtelah berjasa kepada masyarakat. Misalnya, Drs. Moh. Hatta sebagai Bapak
Koperasi Indonesia .
Assigned status, status atau kedudukan yang diberikan kepada seseorang
yangtelah berjasa kepada masyarakat. Misalnya, Drs. Moh. Hatta sebagai Bapak
Koperasi
b. Peran
Peran adalah tingkah laku yang diharapkan
dari seseorang sesuai dengan status (kedudukan) yang dimilikinya. Peranan
merupakan aspek dinamis dari status. Apabila seseorang melaksanakan hak dan
kewajibannya sesuai dengan statusnya, dia melaksanakan suatu peranan. Peranan dan status
adalah dua aspek dari gejala yang sama. Keduanya tidak dapat dipisahkan karena
yang satu bergantung pada yang lainnya.
Tak
ada peranan tanpa status dan sebaliknya tak ada status tanpa peranan. Peranan
diatur oleh norma-norma yang berlaku. Misalnya, norma menentukan bahwa seorang
dokter haruslah mampu mendiagnosa dan mengobati orang sakit. Jika ada dokter
yang tidak mampu mendiagnosa dan mengobati penyakit, perlu diragukan apakah dia
dokter benar atau palsu.
C. Bentuk-Bentuk Interaksi
Sosial
Interaksi sosial yang terjadi dapat bersifat positif dapat pula
bersifat negatif. Interaksi
sosial positif disebut pula sebagai interaksi sosial asosiatif. Interaksi sosial
negatif disebut juga interaksi
sosial disosiatif.
Interaksi asosiatif mengarah pada persatuan karena interaksi yang terjadi
antara individu atau kelompok yang terlibat di dalamnya mengarah pada
persatuan. Interaksi disosiatif mengarah pada "perpecahan" karena
interaksi yang terjadi antara individu atau kelompok yang terlibat di dalamnya
mengarah pada perpecahan. Dengan demikian, terdapat dua bentuk interaksi sosial
yang sifatnya berlawanan, yaitu interaksi sosial asosiatif dan interaksi sosial
disosiatif.
1. Interaksi Sosial Asosiatif
Pola
hubungan interaksi sosial yang bersifat asosiatif dapat tercipta karena danya kerja
sama, akomodasi, asimilasi, dan akulturasi.
a. Kerja Sama
Satu tim sepak bola harus bekerja sama
untuk dapat menciptakan gol ke gawang lawan. Sangat jarang terjadi seorang
pemain sepak bola mencetak gol tanpa bantuan temannya. Kekompakkan tim sepak
bola merupakan salah satu contoh bentuk kerja sama. Dari contoh ini dapat
dilihat bahwa kerja sama dapat timbul karena adanya orientasi perorangan
terhadap kelompoknya sendiri (ingin timnya menang) atau kelompok orang lain
(ingin tim lawan kalah). Kerja sama merupakan bentuk interaksi sosial yang
utama. Tanpa adanya kerja sama, mustahil manusia mampu memenuhi kebutuhannya
sendiri. Kerja sama adalah proses saling mendekati dan bekerja sama
antarindividu, antara individu dan kelompok, atau antarkelompok, dengan tujuan
untuk memenuhi kepentingan dan kebutuhan bersama. Kerja sama dapat kita temukan
pada semua kelompok umur, mulai anak-anak sampai orang dewasa. Pada hakikatnya,
kerja sama timbul apabila:
(1) orang menyadari bahwa mereka mempunyai
kepentingan-kepentingan yang sama,
(2) masing-masing pihak menyadari bahwa
mereka hanya mungkin memenuhi kepentingan-kepentingan mereka tersebut melalui
kerja sama
b. Akomodasi
Akomodasi adalah usaha-usaha manusia untuk
meredakan suatu pertentangan. Akomodasi dilakukan dengan tujuan tercapainya
kestabilan dan keharmonisan dalam kehidupan. Akomodasi sebenarnya merupakan
suatu cara untuk menyelesaikan pertentangan tanpa menghancurkan pihak lawan
sehingga lawan tidak kehilangan kepribadiannya. Artinya, akomodasi merupakan
bentuk penyelesaian tanpa mengorbankan salah satu pihak. Adakalanya, pertentangan yang terjadi sulit
diatasi sehingga membutuhkan pihak ketiga sebagai perantara. Misalnya,
perkelahian antara dua orang siswa di sekolah. Guru dapat menjadi perantara
untuk mendamaikan kedua siswa setelah guru mempelajari penyebab terjadinya
perkelahian. Adapun tujuan akomodasi adalah seperti berikut.
- Mengurangi pertentangan antara
orang perorangan atau kelompok-kelompokmanusia sebagai akibat perbedaan
paham.
- Mencegah meledaknya suatu
pertentangan untuk sementara waktu atau secara temporer.
- Memungkinkan terwujudnya kerja
sama antara kelompok-kelompok sosial yang hidupnya terpisah sebagai akibat
faktor-faktor sosial psikologis dan kebudayaan.
- Mengusahakan peleburan antara
kelompok-kelompok sosial yang terpisah, misalnya lewat perkawinan campuran
c. Asimilasi
Asimilasi merupakan bentuk proses sosial
yang ditandai dengan adanya usahausaha mengurangi perbedaan-perbedaan di antara
orang-orang atau kelompok manusia. Mereka tidak lagi merasa sebagai kelompok
yang berbeda sebab mereka lebih mengutamakan kepentingan dan tujuan yang akan
dicapai bersama. Bila kedua kelompok masyarakat telah mengadakan asimilasi,
batas antara kedua kelompok masyarakat itu dapat hilang dan keduanya berbaur
menjadi satu kelompok. Misalnya, orang Jawa yang bertransmigrasi ke Papua akan
berasimilasi dengan penduduk setempat sehingga batas-batas antara kelompok
masyarakat tidak begitu jelas lagi terlihat satu dengan lainnya. Banyak di
antara mereka yang menikah dengan penduduk setempat. Proses asimilasi timbul
bila terdapat hal-hal berikut.
- Kelompok-kelompok manusia yang
berbeda kebudayaannya.
- Orang perorangan sebagai warga
kelompok tadi saling bergaul secara langsung dan intensif untuk waktu
lama.
- Kebudayaan-kebudayaan dari
kelompok-kelompok manusia tersebut masingmasing berubah dan saling
menyesuaikan diri. Proses asimilasi dapat berlangsung dengan mudah atau
dapat juga dihambat. Faktor yang dapat mempermudah terjadinya suatu
asimilasi adalah sebagai berikut.
(1) Toleransi
(2) Kesempatan-kesempatan yang seimbang di
bidang ekonomi
(3) Sikap menghargai kehadiran orang asing
dan kebudayaannya
(4) Sikap terbuka dari golongan yang
berkuasa dalam masyarakat
(5) Memiliki persamaan historis dalam
unsur-unsur kebudayaan
(6) Perkawinan campuran antarkelompok yang
berbeda
(7) Adanya musuh bersama dari luar
Adapun
faktor-faktor yang dapat menjadi penghalang terjadinya asimilasi adalah seperti
berikut :
1.
Terisolasi
kehidupan suatu golongan tertentu dalam masyarakat.
2.
Kurangnya
pengetahuan mengenai kebudayaan yang dihadapi.
3.
Adanya
perasaan takut terhadap kekuatan suatu kebudayaan yang dihadapi.
4.
Perasaan
bahwa suatu kebudayaan golongan atau kelompok tertentu lebih tinggi
dibandingkan dengan kebudayaan golongan atau kelompoknya.
5.
Dalam
batas-batas tertentu, perbedaan warna kulit atau perbedaan ciri-ciri fisik.
6.
Adanya
suatu perasaan yang kuat sekali bahwa individu terikat pada kelompok dan
kebudayaan kelompok yang bersangkutan (in-group feeling).
7.
Apabila golongan
minoritas mengalami gangguan-gangguan dari golongan yang berkuasa.
8.
Munculnya perbedaan
kepentingan yang kemudian ditambah dengan pertentangan-pertentangan pribadi.
d.
Akulturasi
Akulturasi adalah proses sosial yang timbul apabila terjadi
percampuran dua kebudayaan atau lebih yang saling bertemu dan saling
memengaruhi. Dalam akulturasi, sebagian menyerap secara selektif sedikit atau
banyak unsur kebudayaan asing itu, sebagian berusaha menolak pengaruh itu.
Contoh akulturasi yang mudah ditemui ialah dalam perbauran kebudayaan
Hindu-Buddha dan kebudayaan Islam dengan kebudayaan asli Indonesia . Bentuk-bentuk akulturasi yang masih
ditemukan saat ini misalnya upacara Sekaten, Gerebeg Maulid, dan lainnya.
2.
Interaksi Sosial Disosiatif
Disosiatif merupakan kebalikan dari
asosiatif. Bila pada proses sosial asosiatif lebih menekankan bentuk kerja
sama, proses sosial disosiatif lebih ditekankan pada bentuk persaingan atau
perlawanan. Terdapat tiga bentuk interaksi disasosiatif, yaitu persaingan,
kontravensi, dan pertentangan.
a.
Persaingan
Persaingan adalah suatu proses sosial yang
terjadi di mana individu atau kelompok saling bersaing untuk berlomba atau
berkompetisi mencari keuntungan melalui bidangbidang tertentu dengan
menggunakan cara-cara yang terbuka dan adil. Misalnya, persaingan antara dua
juara kelas di satu sekolah untuk membuktikan siapa yang layak dapat bintang
sekolah. Kedua juara kelas itu akan belajar dengan sungguh-sungguh untuk
mencapai gelar tersebut. Persaingan yang terjadi antara dua orang merupakan persaingan
pribadi. Ada juga persaingan yang bersifat kelompok. Misalnya, persaingan
antara Persipura Jayapura dan Persib Bandung dalam memperebutkan tempat di
putaran final Liga Indonesia. Persaingan berlangsung dalam berbagai aspek
kehidupan. Berikut
adalah beberapa bentuk persaingan.
1.
Persaingan
ekonomi, contohnya perang iklan menawarkan produk, baik di media massa cetak maupun
elektronik; persaingan memperoleh pekerjaan.
2.
Persaingan
kebudayaan, contohnya sinetron dan telenovela, peminat film Avatar lebih banyak
daripada penggemar film Si Unyil, persaingan antara tontonan tradisional
seperti wayang orang dan film-film di bioskop
3.
Persaingan
kedudukan dan peranan, misalnya persaingan antara para calon gubernur dan wakil
gubernur dalam pilkada.
4.
Persaingan
ras, misalnya persaingan antara orang kulit putih dan orang kulit hitam di
Afrika Selatan.
b.
Pertentangan
Pertentangan adalah suatu proses sosial di mana seseorang atau
kelompok dengan sadar atau tidak sadar menentang pihak lain yang disertai
ancaman atau kekerasan untuk mencapai tujuan atau keinginannya. Konflik
biasanya terjadi karena adanya perbedaan paham dan kepentingan. Hal ini dapat
menimbulkan semacam gap (jurang pemisah) yang dapat mengganggu interaksi sosial
di antara pihak-pihak yang bertikai. Pertentangan dapat terjadi pada semua
lapisan masyarakat, individu atau kelompok, mulai dari lingkungan kecil sampai
masyarakat luas. Pertentangan
dapat timbul karena:
(1)
perbedaan pendapat, prinsip, aturan antarindividu
(2)
perbedaan adat istiadat, kebudayaan
(3)
perbedaan kepentingan politik, ekonomi, dan sosial
(4) perubahan sosial,
disorganisasi, dan disintegrasi
c.
Kontravensi
Kontravensi ialah bentuk interaksi sosial
yang berada di antara persaingan dan pertentangan. Kontravensi ditandai dengan
gejala adanya ketidakpuasan terhadap seseorang atau sesuatu. Sikap tersebut
dapat terlihat jelas atau tersembunyi. Sikap tersembunyi tersebut dapat berbuah
menjadi kebencian, akan tetapi tidak sampai menjadi pertentangan atau
pertikaian. Menurut sifatnya,
bentuk-bentuk kontravensi adalah sebagai berikut.
- Umum:
penolakan, keengganan, perlawanan, perbuatan menghalang-halangi, protes,
gangguan-gangguan, perbuatan kekerasan, dan mengacaukan rencana pihak lain
- Sederhana:
menyangkal pernyataan orang lain di muka umum, memaki-maki melalui
selebaran, mencerca, memfitnah, melemparkan beban pembuktian kepada pihak
lain.
- Intensif:
penghasutan, menyebarkan desas-desus, mengecewakan pihak-pihak lain.
- Rahasia: mengumumkan rahasia
pihak lain, perbuatan khianat.
- Taktis: mengejutkan lawan,
mengganggu atau membingungkan pihak lain, memaksa pihak lain dengan
kekerasan, provokasi, dan intimidasi.
D.
Proses Interaksi Sosial
Bagaimana agar proses interaksi sosial
dapat berlangsung dengan baik? Interaksi sosial terjadi ketika dua orang bertemu. Agar
terjadi interaksi sosial, diperlukan syarat-syarat tertentu. Interaksi sosial
juga terjadi karena faktor-faktor tertentu. Dengan mengetahui syarat-syarat
interaksi sosial dan faktor-faktor yang mendorong terjadinya interaksi, suatu
proses sosial dapat berlangsung dengan baik.
1. Syarat-Syarat Interaksi Sosial
Untuk
terjadinya interaksi sosial, harus ada dua syarat, yakni harus terjadi kontak
sosial
dan
komunikasi.
a. Kontak Sosial
Kontak
sosial terjadi ketika dua orang berhubungan. Kontak sosial dapat terjadi secara
langsung (disebut kontak
sosial primer)
dan dapat pula dilakukan secara tidak langsung (disebut kontak sosial sekunder). Contoh kontak
sosial primer ialah bercakap-cakap sambil bertatap muka: guru meminta kamu
mengerjakan soal ulangan, temanmu mengajak makan di kantin, kamu meminta uang
jajan pada ibumu. Karena kemajuan teknologi informasi, kontak sosial primer
juga dapat terjadi walaupun kedua pihak tidak bertatap muka secara langsung,
tetapi melalui telepon atau internet. Contoh kontak sosial sekunder ialah kamu
menitip pesan untuk gurumu lewat temanmu bahwa kamu tidak masuk sekolah karena sakit,
ibu menitip pesan melalui temanmu agar kamu segera pulang, kamu mengirim kartu ucapan
selamat ulang tahun untuk temanmu di kota lain.
b.
Komunikasi
Komunikasi
merupakan satu syarat pokok terjadinya kerja sama dalam proses sosial. Komunikasi
terjadi jika kedua belah pihak memahami bahasa yang digunakan. Bahasa yang
digunakan dapat berupa kata-kata, isyarat, ataupun simbol. Kamu tentu tahu bagaimana
cara berkomunikasi para anggota Pramuka menggunakan bendera Semapur. Itu adalah
salah satu contoh berkomunikasi menggunakan tanda-tanda tertentu. Komunikasi
ialah suatu proses pengiriman pesan atau berita antara dua orang atau lebih
sehingga pesan yang dimaksud dapat langsung dipahami. Suatu komunikasi terjadi jika memenuhi persyaratan berikut :
a.
Adanya
pihak yang mengirim pesan (komunikator/sender)
Adanya
pihak yang mengirim pesan (komunikator/sender)
b.
Adanya
penerima pesan (komunikan/receiver)
c.
Adanya
pesan (message) yang ingin disampaikan
d.
Adanya
tanggapan (feedback) dari si penerima atas isipesan
2.
Faktor Pendorong Terjadinya Interaksi Sosial
Proses interaksi sosial
dapat berlangsung didasarkan atas beberapa faktor, antara
lain imitasi, sugesti,
identifikasi, dan simpati.
- Imitasi
Imitasi adalah tindakan
seseorang untuk meniru orang lain melalui sikap, penampilan, gaya hidup, bahkan apa saja yang dimiliki
oleh orang lain tersebut. Misalnya, gaya
berpakaian dan model rambut seorang artis di televisi yang ditiru oleh
penggemarnya. Seorang guru olahraga menunjukkan cara mendribel bola basket yang
kemudian ditiru oleh siswanya. Proses imitasi ada yang bersifat negatif, ada
pula yang bersifat positif. Hal itu bergantung pada model yang ditiru dalam
interaksi sosial tersebut. Misalnya, seorang anak yang tumbuh dan besar di
keluarga yang selalu beribadah, akan meniru kebiasaan keluarga tersebut. Jika kamu bergaul
dengan anak yang suka merokok, tidak tertutup kemungkinan kamu pun akan jadi
perokok. Meniru kebiasaan beribadah merupakan contoh imitasi yang positif,
sedangkan meniru kebiasaan merokok adalah contoh imitasi yang negatif. Oleh
sebab itu, agar tidak terpengaruh, kita harus memerhatikan apa dan siapa yang
patut kita tiru dan tidak patut ditiru.
- Sugesti
Sugesti
adalah pengaruh, pandangan, atau sikap yang diberikan seorang individu terhadap
individu lain kemudian diterima, dituruti, atau dilaksanakan dengan tanpa berpikir
lagi secara rasional. Pengaruh sugesti akan cepat terjadi jika yang memberikan sugesti
adalah orang-orang yang memiliki pengaruh, orang yang berwibawa, pimpinan, atau
teman dekat. Misalnya, himbauan dari orang tua, pemimpin agama.
- Identifikasi
Identifikasi
ialah suatu proses yang terjadi pada diri seseorang yang memiliki keinginan
atau kecenderungan untuk menjadi sama (identik) dengan orang lain yang ingin
ditirunya. Identifikasi dapat berlangsung baik disadari maupun tidak disadari. Misalnya,
Amran Sabani adalah penggemar berat pemain bola Cristiano Ronaldo dari klub
Manchester United, Inggris. Tanpa dia sadari, dia berusaha berpenampilan
seperti pemain idolanya tersebut. Dia memakai kaos bola bernomor punggung sama
dengan Ronaldo, rambutnya pun berpotongan sama dengan pemain Portugal itu.
Bahkan, namanya pun ditambah dengan nama Ronaldo, menjadi Amran 'Ronaldo'
Sabani. Pada
identifikasi, orang menempatkan dirinya seolah-olah sama dengan idolanya.
Segala sesuatu diusahakan sama
(identik) dengan idolanya.
d. Simpati dan Empati
Simpati
ialah
keikutsertaan merasakan apa yang dirasa orang lain (senang, susah,
dsb.).
Proses interaksi sosial ini lebih banyak melibatkan perasaan. Empati adalah
keadaan
di mana seseorang merasa atau mengidentifikasi dirinya dalam keadaan perasaan
atau pikiran yang sama dengan orang atau kelompok lain. Empati lebih dalam daripada
simpati. Pernahkah kamu menonton film yang membuat kamu larut didalamnya sampai
tanpa terasa kamu pun menitikkan air mata?
TUGAS KELOMPOK SISWA
Lengkapilah Peta Konsep di bawah ini !



Melakukan proses

Manusia
Melakukan proses

|
|
Berdasarkan
peta konsep di atas kemukakan hubungan timbal balik antara manusia dengan
tempat tinggalnya dan masyarakat !
KARTU BELAJAR 4

Bu Lena, adalah seorang manajer
perusahaan pakaian (garmen) yang cukup
besar, dan memiliki banyak kegiatan usaha. Dia akan lebih mudah mengelola
perusahaannya jika bekerja-sama dengan orang-orang yang menguasai/ahli dalam
bidang-bidang kegiatan tersebut. Dalam mengambil keputusan bisnis, ia bisa
berembug dengan orang-orang ahli, sehingga keputusan tersebut cenderung akan
lebih baik, karena dipikirkan oleh banyak orang yang ahli dalam bidangnya.
Berdasarkan
gambar dan penjelasan di atas, diskusikanlah permasalahan ini!
1. Dari jaman
pra aksara sampai jaman modern ini, adakah seorang manusia yang bisa hidup
menyendiri tanpa berhubungan dengan orang lain?
Hasil
diskusi:
.........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
2. Mungkinkah
seorang manusia memenuhi berbagai macam keinginan atau kebutuhannya dengan apa
yang dia hasilkan sendiri ?
.........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
3. Jelaskan apa
yang menjadi ciri-ciri manusia sebagai makhluk sosial dan ekonomi?
.........................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
|
Wacana
Manusia telah diberi alam dan seisinya untuk dapat dimanfaatkan bagi
kehidupannya. Dalam memenuhi berbagai kebutuhan, manusia cenderung rasional. Ini mengandung arti bahwa dalam
setiap melakukan kegiatan, ia selalu memikirkan perbandingan yang rasional
antara pengorbanan dengan apa yang akan dicapai (hasil). Ia juga cenderung
memikirkan kepentingan pribadinya dalam melakukan kegiatan tersebut. Setiap
kegiatan ekonomi yang dilakukannya selalu dilandasi oleh kepentingan
pribadinya, baru kepentingan-kepentingan yang lain. Di samping itu, ia juga cenderung melakukan
kegiatan yang paling sesuai dengan tujuan yang ingin dicapainya. Artinya, jika ia dihadapkan pada beberapa pilihan
kegiatan, maka ia akan cenderung memilih suatu kegiatan yang paling dekat
dengan pencapaian tujuan yang diinginkannya.
Dalam memenuhi keinginan dan
kebutuhannya, manusia harus memperhatikan kepentingan orang lain di sekitarnya.
Sebagaimana hakekat manusia sebagai makluk sosial dan ekonomi yang bermoral,
maka dalam melakukan kegiatan seharusnya dipertimbangkan juga kepentingan orang
lain sebagi contoh, seorang pengusaha yang sukses dalam usahanya juga
memperhatikan lingkungan sekitar tempat perusahaannya berada dengan memberikan
bantuan dana untuk pembangunan lingkungan.
Seperti kalian
ketahui bahwa untuk memenuhi kebutuhan, manusia harus dapat menghasilkan
barang/jasa sebagai alat pemuasnya. Untuk dapat menghasilkan alat pemuas
tersebut manusia harus mampu memanfaatkan sumber daya yang ada padanya, baik
yang berwujud sumber daya manusia (SDM) maupun sumber daya alam (SDA). Segala
sumber daya yang berasal dari manusia, baik berupa tenaga maupun pikiran
biasanya dikenal dengan istilah SDM, sedangkan sumber daya yang berasal dari
alam yang bisa dimanfaatkan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan, seperti
tanah, sinar matahari, udara/oksigen, angin, mineral, dan hutan, biasanya
dikenal dengan istilah SDA. SDM mempunyai sifat terbatas, baik jumlah maupun
kualitas/kemampuannya. Apalagi SDM yang berbentuk keahlian, cenderung terbatas
jumlahnya. Begitu pula SDA, juga bersifat terbatas, baik jumlah maupun
kualitasnya, dibanding dengan kebutuhan manusia, Oleh karena keterbatasan
sumber daya (SDM/SDA) tersebut, maka biasanya sumber daya itu dikatakan langka. Kelangkaan sumber daya (baik
SDM maupun SDA) ini menuntut manusia untuk memanfaatkannya secara bijaksana.


diskusi
Diskusikan
dengan teman kelompok belajarmu, kemudian rangkumlah hasil diskusi tersebut
dalam sebuah lembar hasil diskusi !
1. Bagaimana bentuk hubungan yang harmonis
antara manusia sebagai makhluk sosial dan makhluk ekonomi yang bermoral?
...................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
2. Mengapa manusia harus arif dan bijaksana
dalam memanfaatkan sumber daya (SDM dan SDA) ?
...................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
3. Apa yang akan terjadi jika dalam memanfaatkan
SDA, manusia tidak memperhatikan faktor keselamatan lingkungan ?
...................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................
4. Tuliskan nama usaha yang ada di tempat
tinggal kalian yang menggambarkan hubungan yang harmonis antara manusia sebagai makhluk sosial dan
makhluk ekonomi yang bermoral !
NO
|
NAMA
|
JENIS USAHA
|
URAIAN
|
1
|
|||
2
|
|||
3
|
|||
4
|
|||
5
|
Tidak ada komentar:
Posting Komentar